Bintang Sepi

 Hai, apa kabarnya hari ini?

Aku lupa kalau kita sudah lama sekali tidak jumpa

Sebaiknya memang begitu, sebab setelah jumpa banyak sekali pikiran dan residu perasaan kurang menyenangkan yang tersisa

Akhir-akhir ini, manusia terlihat menakutkan bagiku

Intrik, tawa, kata, yang bisa saja menjadi luka

Mereka punya topeng, tidak tampil sebenarnya

Mereka punya pedang, seolah saling adu senjata

Mereka menampakkan bagian yang membuatnya merasa lebih baik, lebih tinggi, lebih dan lebih

Padahal, manusia bisa saja tidak selalu sama ukuran sepatunya

Padahal, manusia bisa saja tidak selalu sama arah perjalanannya

Sepertinya keputusan untuk tidak percaya manusia sudah bulat

Bahkan, mereka bisa saja saling bergulat

Meski mereka bilang hari ini mereka teman sangat dekat

Memperebutkan apa saja yang membuatnya merasa lebih kuat

Dunia, tipudaya sifatnya, bisa berakhir kapan saja

Bukankah perjalanan ini akan menyenangkan kalau manusia hidup dalam porsinya saja, pikirku

Tidak rakus, menelik piring orang lain

Tidak harus membuat dirinya lebih dan lebih daripada yang lain

Pikirku, manusia selalu punya proses dan progress nya sendiri-sendiri

Tentu timeline nya pun tidak pernah sama

Ada yang diberikan hari ini, tapi ada yang sudah lebih dulu pulang

Ada yang diambil hari ini, tapi ada juga yang baru tiba besok

Sungguh, Dia lebih mengetahui, sedangkan manusia tidak

Ini Dunia, Sebentar, Tipudaya dan akan berakhir kapan saja

Aku lelah sekali, sepertinya aku tidak bisa mengikuti arus pusaran kehidupan

Sepertinya aku lemah, terombang-ambing terus tergerus

Jiwa ku sungguh tidak mampu, tafsirku selalu salah 

Karena aku adalah aku, hanyalah aku

Manusia oh manusia, tidak semua dalam genggaman mu

Tidak semua dalam kendalimu

Bahkan, napasmu bukan milikmu

Menjadi sepi mungkin satu-satunya pilihan yang tersisa

Hidup dalam tenang, terang dan cahaya yang tidak perlu dibandingkan dengan apapun

dengan siapapun,

Hidup yang pelan, meski yang lain ngebut lalu lalang

Hidup yang hidup, meski yang lain melihatnya seperti kering hampir mati

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merayakan "Kepulangan"

Orbit

Karena Saya Percaya