Postingan

Merayakan "Kepulangan"

Gambar
Jumat yang sendu sudah sekian waktu berlalu. Setidaknya telah 8 minggu sejak tulisan ini mulai dituliskan. Namun, perasaan kerinduan yang amat dalam terus menggebu, tidak tergambarkan. Tidak terlalu akrab dengan perasaan sejenis ini, sebab selama ini begitu mudah menyapa dan memperoleh tawa bersama. Ayahku, seseorang yang sangat baik, selalu memberi bahagia dengan caranya. Namun, manusia tidak bisa hidup selamanya, itu bukan fitrahnya. Begitu aku menyadari kalimatku pasca ke"pulang"annya kepada Rabb-nya. Bahwa, aku, ayahku, mama, kita semua hanya manusia, hamba yang tentu akan "pulang" meski sejauh apapun kaki melangkah, meski sebanyak apapun cerita indah digoreskan bersama waktu yang kita tapaki. Aku lebih suka menyebutkan pulang, karena menurutku manusia memang bukan di sini tempatnya (dunia), dunia memang hanya sementara, fana yang tidak akan lama. Fana yang tidak terlalu baik untuk dipuja-puja tanpa rencana, menuju yang "kekal". Dan kita semua tentu ak...

Maybe it will be the last?

Hai, lama sekali tidak berbincang di sini. Tempat di mana 16.000 kata ku tercurah kan, namun akhir-akhir ini banyak hal 'agak" sulit yang harus aku lalui. Pasca libur lebaran idul adha ini, aku sakit dan harus Bed rest total, aku diberi 5 macam obat yang ukurannya besar-besar sekali, bahkan dosisnya pun aku rasa sangat tinggi. Sebab setelahnya, aku keliyengan dan mual parah. Aku didiagnosis sakit lambung. Perutku memang banyak kesulitannya, entah itu perih, asam lambung tinggi, mual, dan sering berbunyi meski tidak dalam keadaan lapar. Aku juga bhakan sering sekali tidak bisa membedakan rasa lapar yang biasa terjadi, nafsu makanku sangat kacau, aku tidak berselera memasukkan apapun ke dalam mulut ku dalam jangka wantu yang lama. Tapi, sekarang sudah cukup membaik. Aku ingin menceritakan perjalanan menuju Magister ku. Alhamdulillah, aku sekarang sudah berada di semester 3 (akan resmi setelah mengisi KRS nanti). Aku tetap dengan penuh keyakinan untuk mengambil konsentrasi IPS, d...

Welcome new age! New journey

 Hallo Lama sekali tidak berjumpa di sini. Blog yang sudah jarang aku datangi karena hari-hari dipenuhi aktivitas sebagai anak, adik, kakak, teman dan mahasiswa (peran yang sangat aku senangi dan ku jalani sepenuh hati).  Hari ini hatiku senang sekali, karena aku berulang tahun ke 23 tahun. Usia ini tentu usia yang belum cukup banyak pengalaman untuk beberapa hal namun cukup untuk menjadi bahan pelajaran, menapak dengan lebih kuat dan menjadi alasan- alasan sederhana untuk tetap kuat menghadapi kehidupan. 23 tentu kerap di anggap "dewasa" karena sudah menamatkan S1, memiliki beberapa pengalaman di bidang lain, namun tentu aku hanyalah manusia yang banyak salahnya juga. Baru satu kali jadi manusia, maka bersalah tentu konsekuensi nyata di baliknya. Namun, aku memakluminya dan mengambil ibrah dari sana. Belajar dan memperbaiki diri, muhasabah diri bahwa manusia punya perjalanan yang harus ia singkap seperti tabir yang entah apa yang ada di sebaliknya. Aku begitu menikmati hari ...

How to have a beautifull life, it's all about have a beautiful heart

 How you can have a beautiful life? It's all about have a beautiful heart. I don't know id you disagree with this statement. Because, I actually agree, and I think everythings have a cause and effect. Okey, Selamat datang di Februari yang semoga menjadikan hidup kita lebih berarti. Sudah lama sekali tidak bersuara di sini. Menuliskan rentetan peristiwa yang dialami akhir-akhir ini. Perjalanan sepanjang tahun berganti sudah menapaki hari ke 32, yayy. Semoga kita melakukan yang terbaik dari segala yang pernah ada. Banyak kegelisahan beberapa waktu lalu, tapi intonasinya tidak deru biru seperti yang sudah lalu. Mungkin sebabnya sudah aku tutup cerita di sana. Semoga yang tinggal adalah ibrah dan pembelajaran bermakna. Sebagai pembelajar, tugasku belajar. Menerka dan bertanya, menalar dan berpikir, mencari arti dan hikmah, menapaki perjalanan dengan pelan, menapak dengan yakin, tegap dan tegak. Sebab, kemandirian selalu menjadi "acuan"(semoga) Sebagai individu tugasku bel...

Karena Saya Percaya

Karena saya percaya...... karena saya percaya saya bisa, bahkan sejak sajak-sajak itu kembali dituliskan pada secarik kertas usang karena saya percaya saya bisa, bahkan sejak deret-deret hurufnya berbaris rapi saling mengantri hendak di eja karena saya percaya saya bisa, bahkan sejak roda sepeda berputar tak lagi diam seribu bahasa karena saya percaya saya bisa, bahkan sejak jejak-jejak perjalanan yang tinggal tidak lagi sejengkal karena saya percaya saya bisa, bahkan sejak senyum mereka kukantongi dengan segera sebagai mantra  karena saya percaya saya bisa, bahkan sejak ku biarkan tak seorangpun pernah menganggapnya nyata karena saya percaya saya bisa, bahkan sejak kata-kata manis mereka tidak pernah laris di telinga karena saya percaya saya bisa, bahkan sejak mata mereka menatap dengan dingin seolah tak begitu yakin karena saya percaya saya bisa, maka langkah ini tidak akan berhenti sampai di sini karena saya percaya saya bisa, saya meminta yang Esa mengokohkan perjalanan ini unt...

Orbit

 Akhir-akhir ini kepala ku kecamuk, kau tahu isinya tidak lain dan tidak bukan adalah perihal teman-teman sekelasku semuanya mengikuti tes CPNS. Sedangkan, aku tidak boleh mengikuti skd CPNS karena menerima Beasiswa yang terikat dengan kontrak selama 2 tahun kedepan. Di satu sisi, aku sangat senang dan merasa beruntung bisa melanjutkan pendidikanku dengan di biayai oleh negara, tidak mengeluarkan uang orang tuaku untuk UKT, BIaya hidup dan biaya buku. Namun, kau tau aku juga cukup khawatir dengan masa depan yang tidak ku ketahui seperti apa rupanya itu. Entah aku akan melewati badai sulit apa dihadapan sana. Namun, aku kokoh kan lagi hatiku bahwa hari esok adalah Kuasa Allah, sebagai manusia kita harus merencanakan yang terbaik, berikhtiar untuk yang terbaik dan meminta pada-Nya. Karena, akhir dari semuanya ini tetap keputusan-Nya. Alhamdulillah, uang beasiswaku sudah cair untuk perkuliahan di semester 1 ini. Alhamdulillah sudah aku belikan dengan kepentingan kuliah ku yaitu lebtob...

As a long life learner

  Hai, sungguh lama sekali tidak bersua dengan blog ini, wadah kecerdasan linguistikku tertampung, meski kataku isinya hanya cuarahan isi kepala saja, bukan ide-ide besar yang layak untuk dianalisis sintaksis maupun gramatikalnya. Hanya Bahasa sederhana, gagasan jiwa dan tempat 20.000 kata ku tersalurkan (meski aku tidak yakin aku golongan 20.000 wwkwkk) Aku ingin mnceritakan perjalanan setengah tahunku, sejak Juli lalu aku disibukkan dengan drama-drama pemberkasan beasiswa. Berhubung anak kedua dari enam bersaudara yang cukup rendah hati dan tidak ingin merepotkan ayah mama, tentu aku sangat ingin menjadi awardee yang dibiayai oleh negara. Maka, aku memeprsiapkan segala hal yang berkaitan dengan itu. Dimulai dari mendaftar di program studi s2 pendas, membayar uang pendaftaran, mengisi blangko pendaftaran, lalu mengikuti tes, dan mendapatkan LoA. Tentu ini, tidak sesederhana kelihatannya. Malahan ini adalah gazebo pertama yang membelalakkan mataku terhadap cerita-cerita dibalik...