Ayo Hidup Lagi

Hai guys. Lama sekali tidak bersua rasanya. Di sini, di mana tempat keriuhan isi kepalaku bisa aku tumpahkan dengan bebas wkwk. Alhamdulillah, hari-hari berjalan sebagaimana mestinya.Hidup sejauh ini rutinitasnya selalu sama, tapi tak apa bosan juga bagian dari hidup yang musti disyukurikan. Oh iya, aku mau bilang kalau sejauh tahun ini aku sudah membaca banyak sekali buku, setidaknya lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya. Aku sudah menuntaskan 13 buku bertema "kematian" yang ku peroleh dari segala penjuru untuk menjawab kegelisahan ku tentang kenapa ya manusia "harus" mati? wkwk maaf maaf, mungkin ini agak kureng "bermoral" setelah ku baca, meski tetap saja pemahamanku belum ada apa-apanya, kusimpulkan kalau manusia "harus" mati, ya karena manusia. Bukan spiderman, hulk,ataupun karakter fiksi manusia super yang hanya ada di imajinasi itu, dan terlebih karena "manusia itu limitted" terbatas. Waktunya terbatas, energinya terbatas, dan waktu yang kita punya hari per hari pun terbatas yaa 24 jam. HEHEHE

Aku juga menuntaskan beberapa buku bertema kesehatan, spesifik pada kesehatan ginjal. Untuk menjawab kemarahanku pada "entahlah" soal kenapa ya ayahku terkena sakit ginjal? padahal ayahku orang yang sangat disiplin, termasuk soal kesehatan. Ayahku orang yang sangat disiplin, dia gak makan makanan instan dalam bentuk apapun, mie instan adalah musuhnya, sosis, nuget dll adalah "makanan jadi-jadian" katanya. Belum lagi, dia secinta itu dengan "real food" makanan beneran, yang tumbuh di tanah, ditanam, dan tumbuh dari izin Allah wkwk. Pertanyaan ku ini sebelumnya sempat ku tanyakan ke dokter, kenapa dok ayahku terkena ginjal? ayahku ga pernah ngerokok, gak minum minuman keras, dia juga gak pernah makan makanan instan, apalagi minuman manis berperwarna? kenapa DOK ? tanya ku penasaran dan agak marah pada "entahlah" aku tidak yakin siapa sebetulnya yang ku marahi wkwk

Dokter menjawab dengan senyum " dek, penyakit ginjal tidak berasal dari 1 faktor makanan saja, memang benar bisa disebabkan makanan, tapi pemicunya bukan hanya itu" kata dokter sambil tersenyum, dan tentu saja tidak menjawab pertanyaanku. Karena enggan marahku pindah ke dokter itu, aku memutuskan keluar, dan mencari tahu sendiri jawabannya. 

Bingung sekali sewakt lihat surat izin kantor ayahku, pernyataannya ayahku terkena ginjal stadium-5. Kepalaku seperti mau pecah, sakiiiiiiitt sekali, entah ditusuk sesuatu atau kemasukkan setan. Pertanyaan dalam benakku "KENAPA TUHAN?", ternyata aku orang terakhir yang tahu isi surat itu, tidak ada yang berniat memberitahuku sebelumnya, aku marah sekali. Aku menemui mama dan bilang, "ayo tranplantasi ginjal, manusia punya 2 kan, nah ginjal yukya bagus kok" santai, seolah itu tindakan biasa, seperti ngelem buku yang rusak. Mama meringis kecil, menghela napas dalam.

Ku akui aku anak yang teramat cengeng, tidak mampu aku lihat ayahku termenung, diam, matanya sayu, namun mulutnya diam saja tidak mengatakan apa-apa. Aku menangis, seperti lebih sakit daripada apa yang dideritanya. Aku lah si cengeng itu, bahkan setelah "kepulangan"nya itu, aku masih terus mencari-cari cara "merasionalkan" semua ini. mencari-cari jawaban dari semua "kenapa" di kepalaku.

Akhirnya aku mendapatkan jawaban yang paling cocok menurutku tentang pertanyaan-pertanyaan setelah kepulangan ayahku ini. Pertama, kenapa manusia meninggal, sudah terjawab setelah menuntaskan 13 buku bertema kematian itu, manusia meninggal ya karena manusia. Bukan Tuhan. Thats simple, tapi ini tentu saja kesimpulan yang ku ambil setelah melalui banyak proses panjang ya.

Kedua, kenapa ayahku terkena sakit ginjal, padahal ia tidak merokok, tidak makan makanan instan, ataupun minuman manis berperwarna. Jawabannya adalah, karena ayahku ada riwayat darah tinggi yang diperolehnya sebagai "warisan genetik". Kakak ayahku, meninggal di usia 51 tahun, karena sakit katara, yang ternyata dipicu oleh darah tinggi yang merusak jaringan pada matanya. Darah tinggi ternyata pemicunya. Dan terlebih ginjal mnausia memang akan mengalami penurunan fungsi seiring bertambahnya usia manusia, sesederhana itu. Tekanan darah tinggi, memicu gesekan pada glomerulus dalam jangka waktu panjang dan tekanan besar yang membuat jaringannya bisa saja memburuk, sehingga ukuran ginjal mengkerut, mengecil dan berbuntut pada penurunan fungsi. Jadi, makanan bukan faktor kenapa ayahku terkena sakit ini, melainkan tekanan darah yang tinggi dalam jangka waktu yang lama. Kemudian, kenapa ayahku selama sakit memunculkan gerakan-gerakan besar tidak terndali, badannya seperti terus bergerak meski ia dalam keadaan tidur malam. Sewaktu aku tidur di sampingnya tangannya bergerak gerak terus, meski matanya terpejam, kaki kirinya juga bergerak gerak seolah ada sesuatu yang membuatnya melakukan itu. Kupelajari lebih jauh, itu ternyata ginjal telah kehilangan fungsi menyaring darah, hal ini menyebabkan mineral-mineral yang seharusnya tidak ada di dalam darah sudah masuk ke tempat-tempat yang tidak seharusnya. Dalam tubuh manusia tidak hanya ada air, melainkan ada protein, iodium, kalsium, kalium, dan mineral-mineral lainnya. Ginjal seharusnya menyaring supaya mineral ini terserap dalam tubuh manusia dalam bentuk supermikro, namun karena ginjal kehilangan fungsinya, mineral ini "bocor" dan masuk ke area-area yang bukan tempatnya. Dan yapppp, mineral itu sudah masuk ke otak kecil ayahku, sehingga ia mengalami encelophaty, yang menyebabkan kerusakan "neuron otak" membuat otak terus mengirimkan sinyal gerakan seperti ingin meloncat meski tubuh sedang tidur. Kemudian, ayahku sesak napas sangat berat, hal ini rupanya karena air sudah masuk ke paru-parunya, sehingga oksigen terhambat untuk keluar-masuk, ahhh sudahlah, rumit sekali untuk kujelaskan.

Akupun menyimpulkan bahwa "ayahku sudah istirahat dan tidak sakit lagi", selama ini ia sudah sangat lelah. Ia selalu hidup dengan penuh tekanan, kerja keras, dan sekarang "takdir-Nya" ayahku untuk istirahat. Mengembalikan semua pada tempatnya, mengembalikan tubuh yang dipinjamkan Allah sebagai raga ayahku dalam kondisi terbaiknya. Ayahku sayangku cintaku, semoga Allah menjagamu selalu, di sana indah kan? sudah tidak sesak, tidak lelah dan penat lagi kan? 

Dari semua yang telah terjadi dalam beberapa waktu belakangan ini, aku menyadari satu hal besar yaitu "manusia hanya manusia". Bahkan dalam 2 tahun, so many "BIG THINGS" happen. Sehingga, aku takut untuk merencanakan 5 tahun, 10 tahun, dll. Meski "semoga" tetap ada, tapi aku tidak lagi mampu berjanji yang muluk-muluk. Semoga Allah izinkan ya. Semoga aku masih ada umurnya ya. Semoga aku masih diberi kesempatan ya. Begitu saja berani yang tersisa wkwk

Panji penghormatan tertinggi adalah menghargai hidup yang masih diberi hari ini. Meyakini bahwa "Ujian Allah itu sedikit, Nikmat Allah itu Banyak"!

Alhamdulillah, pada waktu yang masih diberi, alhamdulillah, atas kesehatan mama, mbak, adik-adik dan Zeze, Alhamdulillah pada kelancaran adik-adik menuntut ilmu, Alhamdulillah. Meski memang, life isn't about flowers and rainbow, tapi hidup yang masih diberipun layak disyukuri. Sebab, kita tidak pernah benar-benar tau sampai mana garis waktu yang diberi. Semoga Allah terus menjaga pikiranku untuk "syukur" meski hidup bisa saja ada tantangannya. Semoga Allah menjaga kami dari kesedihan yang membuat lupa bahwa "ujian Allah itu sedikit, nikmat Allah itu banyak". Dan, semoga Allah memberi selalu kekuatan untuk menghadapi hidup yang kadang ada "coraknya". AYO HIDUP LAGI ! dengan sebaik-baiknya.

AYO HIDUP LAGI!

sebagai penghormatan tertinggi untuk ayahku yang telah lebih dulu berpulang, sampai nanti Allah izinkan berkumpul kembali di surga-Nya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merayakan "Kepulangan"

Orbit

Karena Saya Percaya