Postingan

SENI BERPIKIR & BERTINDAK POSITIF

  Dadi Purnama Eksan Kalimat agung yang selalu tertanam dalam benakku hari ini agaknya sedikit terkikis “Hari berat akan lewat” memang akan selalu menjadi kebenaran yang tidak ter-elakkan lagi. Tapi, tidak boleh dipungkiri juga aku cukup kewalahan menghadapi hari-hari berat ini. Perihal problematika yang terkadang butuh dijalani dulu, lalu dipikirkan bagaimana solusinya. Namun, ternyata penyelesaiannya hanya tentang “keikhlasan”. Keikhlasan untuk menerima kalau hal “buruk” itu memang harus menimpa diri. Menerima dengan segenap keikhlasan kalau memang banyak hal yang terjadi diluar kendali diri. Menerima dengan penuh keikhlasan bahwa tersakiti dan menyakiti kerap menerpa diri, meski sudah berhati-hati. Mengingat bagaimana kuatnya hati seorang Ibrahim ketika menerima ujian menemukan Tuhannya. Mengingat bagaimana Muhammad ikhlas dicela,dicaci dan dimaki meski sedang menebar cinta dan membawa cahaya. Lantas siapakah aku yang hendak selalu diterima, disukai, selalu dikelilingi hal/o...

Gonna be miss U

Pagi itu, aku terbangun dari tudr nyenyak sepanjang malam. Tubuhku menggeliat dan kulihat cahaya sudah menyeruak masuk memenuhi ruangan 3x 5 meter dengan nuansa putih. Aku teringat kalau malam tadi adalah malam Jumat, sebab teman ku sering menakut-nakuti ku perkara horor. Dan aku tersadad ternyata hari ini Jumat. Ya, jumat 14 April 2023. Oh my god, sudah 14 April yg ke 21 Kali rupanya. Ini pengingat kalau usiaku juga sudah 21 tahun. Amat malas rasanya, tapi ya mau gimana lagi  Aku beranjak dari tempat tidurku, mencuci muka dan menyiapkan diri untuk berangkat ke sekolah. Tentu dengan rekam peristiwa yang dulu sempat aku lalui. Membentuk rangkaian yang terus melintas dikepala ku. Ahhhh, aku tidak mau menjadi dewasa. Aku mau terus seusia ini saja. Berapa tidak tahu malunya. Tapi kesadaran ku Masih mengambil alih peran. Tidak mungkin kau akan terus disini sovi, tidak mungkin untuk selalu berada stuck disini tidak kemana-mana. Manusia makhluk dinamis, kita harus bergerak. Kita harus ber...

Kita Butuh Kehilangan Sesuatu untuk Mendapat Sesuatu

 Hallo Mari kita awali Maret ini dengan kepercayaan diri bahwa sesulit apapun jalan yang ada didepan sana, kita bisa melaluinya. Malam ini, di ruang kamar kos an dengan ukuran tidak lebih dari 4 x 5 meter, ruangan dengan aksen putih abu khas dengan tatanan yang tidak begitu rapi aku mengingat-ingat lagi obrolan beberapa waktu yang lalu. Obrolan antara aku dan ayahku yang kembali membuat aku berkesimpulan bahwa kita tidak bisa memiliki semuanya, karena kita hanya manusia biasa, bukan malaikat, dan bukan Nabi Muhammad. Senada dengan mantra yang terus mendarah daging dalam benakku "Ada Harga yang Harus Dibayar". Kehilangan tidak selalu berkonotasi negatif, jika dilihat dari perspektif yang baik bahwa kehilangan teman/barang/kesempatan etc adalah tanda akan datangnya teman/barang/kesempatan yang baru yang ter up date sesuai level kondisi diri pada hari ini. Selain itu, kehilangan juga menjadi pengingat bahwa kita hanya manusia biasa, yang hanya memiliki 2 tangan, sehingga tidak s...

Cerita untuk Februari ditanah merah penuh arti

Gambar
  5 sampai 12 Februari, beberapa hari yang lalu menjadi kisah yang mengesankan untuk diriku secara pribadi. Karena, menjadi bagian dari manusia-manusia yang menginvestasikan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk membumi, hidup dalam kesederhanaan didesa yang cukup jauh dari hingar bingar kota. Sebuah desa kecil yang secara geografis letaknya ada di Kecamatan Semidang Alas,Kabupaten Seluma yang jarak tempuhnya kurang lebih 3 jam dari Kota Bengkulu. Desa dengan tanah yang cukup kering berwarna merah, yang mengantarkan aku pada cerita dan pengalaman baru sebagai bagian dari proses bertumbuh demi hidup dalam 20 tahun yang berarti. Sepanjang jalan kami disuguhkan hamparan kebun sawit yang kokoh, jalanan yang terkadang sedikit berlubang dan rusak, beberapa sungai dengan warna jernih, dan tampak bebatuan didasarnya, persawahan yang tidak sebanyak didaerah ku, dan tentu saja tanah merah, karena cuaca yang panas. 3 jam tentu saja bukan waktu yang lama bagiku yang terbilang cukup biasa men...

Persembahan kepada Maret yang Kupercaya Akan Jauh Lebih Berat

  Hallo, sudah lama sekali kita tidak bersua Malam ini, dikamar kosan ku yang penuh dengan nuansa putih abu, Bersama deruan baling kipas angin yang selalu berputar 24 jam dan ditemani segelas coklat hangat, tulisan ini terangkai menjadi kalimat yang semoga bersamanya aku merasa tetap baik-baik saja. Tidak akan ku sebutkan nama, tokoh atau peristiwa secara detail disini. Hanya sepenggal kisah dari perasaanku yang tidak bisa aku tepis, ada setitik luka baru disana. Tentu ini bukan persoalan baru. Ini hanya persoalan waktu yang mengungkap bahwa betul kita tidak bisa mengontrol semua hal. Pikiran orang terhadap kita, Cara orang lain memandang kita, dan bagaimana orang lain menyikapi kita juga bukanlah hal yang dapat kita kendalikan sesuai yang kita inginkan. Ini hanya persoalan waktu yang mengungkap bahwa benar kita tidak bisa dan tidak boleh berpikir bahwa semua orang yang kita anggap baik, memang akan terus baik pada akhirnya. Manusia makhluk yang dinamis, bisa saja kita se...

Kilas Balik 2022 in my Twenty years sweety old 💖

 ðŸ’– Kilas Balik 2022 in Sovi’s Story Hai, di akhir tahun ini alhamdulillah kita masih punya kesempatan untuk bersua lewat blog yang tidak seberapa ini, hehe. Tapi, aku senang sekali setidaknya diakhir tahun 2022 yang indah ini aku bisa membuat tulisan yang membuat aku bisa mengenang tahun ini dengan “se-apa adanya”. Karena, mungkin tidak sepenuhnya sesuai dengan resolusi kala pergantian tahun 2021 menuju 2022 setidaknya 360 hari yang sudah terlewati ini adalah rentetan peristiwa yang Allah gariskan untuk ku hingga aku bisa memetik pembelajaran disana. Okeyy, inilah kilas balik rekam jejak perjalanan 360 hari aku, si perempuan 20 tahun anak kedua dari 6 bersaudara yang sungguh bukan siapa-siapa, dan berusaha untuk hidup untuk hidupku sendiri saja, tidak memerlukan validasi dari siapapun dan mungkin itu kedengarannya egois bukan hahaa. Di awal Januari, aku mengawali semester 4 ku dengan penuh semangat. Penuh harapan dan rancangan-rancangan plan serta to do list yang aku buat dal...

Mari Menerima Realita

 Pagi itu aku terbangun tidak pada pukul biasanya. Entah apa gerangan, tiba-tiba saja mata ku terbuka, pikiran ku kembali ke masa ketika aku tengah duduk dikelas 2 MA. Masa-masa yang kurasa adalah bagian terbaik yang pernah aku lalui di sepanjang 20 tahun hidupku. Malam masih tersisa 5 jam lagi, menuju jam bangun kebiasaan ku, ku coba untuk kembali memejamkan mata, ternyata aku tidak bisa. Aku terus saja melanjutkan pikiran yang mengembara menuju tahun 2019 yang lalu, ahh indah rupanya. Pertemanan menjadi satu-satunya yang kurasa tidak lagi kudapati hari ini. Orang-orang di sekelilingku yang selalu memberi pembelajaran dan pemahaman baru dalam hidup kala itu. Ahh, sial aku mengingatnya tanpa sengaja. Orang yang sangat baik setelah kuingat-ingat. Aku ingat dulu kami sering bercengkrama, ngobrol tentang berbagai hal yang tidak jarang ada petuah-petuah darinya untukku, yang saat itu aku terima saja sebagai nasihat baik dari orang yang lebih tua. Ditambah dengan pergolakan batin akibat...